5 Manfaat Sehat Bermalas-malasan di Akhir Pekan

img 
Hari yang paling ditunggu-tunggu tak lain dan tak bukan adalah akhir pekan. Setelah menghabiskan seminggu yang sibuk, Sabtu dan Minggu pagi adalah waktu terbaik untuk menghabiskan waktu melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan pada hari kerja.

Ketika akhir pekan, ada keistimewaan untuk boleh bermalas-malasan atau memanjakan diri di pagi hari. Kesempatan ini tak akan diperoleh di hari kerja biasa yang sibuk. Bermalas-malasan tidak dilarang, apalagi di akhir pekan. Bahkan bisa bermanfaat.

 
Berikut adalah manfaat bermalas-malasan di akhir pekan :
 

1. Melepas stres
Stres akibat pekerjaan seringkali tak terasa sebab sudah menjadi bagian dari keseharian. Di akhir pekan, ada kesempatan yang luas di mana pikiran terbebas dari stres dan tugas-tugas kantor yang menyita perhatian.

2. Banyak waktu untuk diri sendiri
Salah satu manfaat bersantai di pagi akhir pekan adalah lebih memiliki banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang biasanya sulit dilakukan di hari kerja. Ada banyak kesempatan yang bisa dilakukan untuk menikmati waktu luang, mulai dari menghabiskan waktu dengan membaca buku, bermeditasi atau bahkan hanya merenung.

3. Terhindar dari macet
Hari-hari sibuk tak lepas dari lalu lintas yang padat dan macet. Tapi hal itu tak perlu terjadi di akhir pekan, sebab ini adalah saat di mana bekerja adalah pantangan dan refreshing adalah sebuah keharusan. Macet dan polusi telah diketahui berakibat buruk bagi kesehatan.

4. Olahraga ringan di tempat tidur
Peregangan membantu meningkatkan energi saat alarm dibiarkan tak berbunyi di akhir pekan. Lakukan peregangan selama beberapa menit agar tubuh merasa segar, bisa dengan memutar tulang belakang hingga melakukan posisi kobra. Peregangan setelah tidur ini akan membantu melepas penat dan stres.

5. Awali hari dengan kopi
Bermalas-malasan di tempat tidur jangan terlalu lama, sebab dapat membuat badan pegal karena kurang bergerak. Jika di hari kerja kafein biasanya dipakai untuk meningkatkan semangat di kantor, maka di akhir pekan, kafein juga bisa diminum untuk meningkatkan kebugaran.

Kopi telah terbukti memiliki banyak manfaat, yaitu mengurangi risiko diabetes dan depresi serta meningkatkan daya ingat.


Sumber

"Online" 11 Jam dari Rumah, Orang Indonesia Gemar Cari Hiburan

Pengguna internet di Indonesia dikatakan menghabiskan waktu hingga 11 jam untuk online dari rumah. Selama online, mereka gemar mencari hiburan ringan.

Demikian dua hal yang bisa disimpulkan dari survei tahunan yang digelar bersama Yahoo dan lembaga riset TNS untuk pengguna di Indonesia.

Technical Advisor TNS Indonesia, Hansal Savla, menjelaskan bahwa masyarakat mengonsumsi media internet karena lebih menginginkan konten hiburan.

"Ini bukan karena media lain yang tidak memberikan konten menarik. Tapi pengguna internet cenderung mencari konten yang disajikan dengan format menghibur," kata Savla di acara Evolving Digital Landscape Indonesia, di kantor Yahoo Indonesia, Sentral Senayan, Jakarta, Selasa (26/6/2012).

Hasil survei itu menunjukkan, masyarakat Indonesia lebih banyak menghabiskan waktu untuk terhubung ke internet di rumah. Frekuensinya mencapai rata-rata 11 jam per minggu.

Menyusul kemudian, terhubung lewat ponsel (10 jam per minggu), di tempat kerja (10 jam per minggu), dan dengan laptop di area hotspot (8 jam per minggu).

Dari sisi konten, pertumbuhan tertinggi konten yang dicari oleh masyarakat Indonesia adalah hiburan dan selebriti (meningkat 40 persen) serta mengunggah dan mengunduh data musik (naik 39 persen).

Untuk pencarian konten di internet, masyarakat Indonesia sudah mulai sadar dan mulai ada peningkatan dari sekitar 70 persen di tahun lalu menjadi 75 persen di tahun ini.

Media internet sudah mulai mengalahkan dominasi media seperti koran, radio, sinema, ataupun majalah. "Di internet itu banyak sumbernya. Orang akan lebih senang diberikan konten yang menghibur dan consumer created seperti YouTube sehingga harus diberikan konten yang variatif," tambahnya.

Jika diperinci lagi, maka masyarakat Indonesia yang senang berinternet akan mencari foto (76 persen), berita (59 persen), musik atau audio klip (43 persen), dan video (33 persen).

Sementara itu, perangkat yang digunakan adalah dari jenis feature phone (86 persen), smartphone (20 persen), dan tablet (7 persen).

"Media internet dan televisi cenderung berbeda. Jika di televisi, komunikasinya hanya satu arah, sementara di internet bisa dua arah. Di internet, orang bisa mencari apa yang mereka sukai. Sementara itu di televisi perlu ada jadwal khusus untuk mencari tontonan yang disuka," tambah Associate Client Advisor TNS, Jhoni Tuerah.

Yahoo! Net Index Study ini merupakan studi tahunan yang dilakukan antara Yahoo dan TNS, salah satu grup riset pasar terkemuka dunia. Studi ini menggunakan multistage probability sampling dengan 3.365 responden dari survei media umum dan 1.762 responden dari survei internet media.

Survei dilakukan pada masyarakat dari kota-kota besar (termasuk Jakarta, Bodetabek, Surabaya, Bandung, Medan, Semarang, Palembang, Makassar, Yogyakarta, dan Denpasar). Studi dilakukan sejak Desember 2011 hingga Januari 2012 pada orang berusia 15-50 tahun.

Sumber

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More