Tampilkan postingan dengan label Dunia Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Bola. Tampilkan semua postingan

Pemain Portugal Hampir Berkelahi

Pemain Portugal, Richard Quaresma (kiri) dan Pelatih Paulo Bento dalam sesi latihan. Quaresma dikabarkan akan berkelahi dengan Miguel Lopez.
OPALENICA, KOMPAS.com - Situasi tak sedap terjadi di kubu Portugal dalam latihan persiapan menghadapi semifinal. pemain sayap Richard Quaresma dan defender Miguel Lopez hampir berkelahi.

Hal itu diberitakan media-media Portugal, Sabtu (23/6/2012). Portugal akan menghadapi pemenang antara Perancis lawan Spanyol di babak semifinal.

Suasana panas itu terjadi saat kedua pemain mencoba berebut bola. Lopes mendorong Quaresma hingga terjatuh. Tak terima, Quarisma menendangkan kakinya ke kaki Lopez.

Sontak, keduanya langsung emosi dan nyaris saling pukul. Beruntung, bek Ricardo Costa segera datang melerai. Pemain lain juga mencoba memisahkan keduanya.  Pelatih Paulo Bento juga terpaksa mendatangi mereka dan meminta mereka berdamai.

Menangapi hal itu, Costa mengatakan, "Ini hal yang normal dan biasa terjadi dalam latihan. Ketegangan terjadi di latihan antara dua pemain itu. Kami tetap bersemangat dan selalu berusaha selalu menang. Terkadang, hal kecil terjadi."

"Segalanya sudah selesai sekarang. Kami semua ingin bermain (di semifinal)," tambahnya. (AP)

Prediksi laga Prancis lawan Ukraina

Selasa, 19 Juni 2012 15:02 WIB 
Zlatan Ibrahimovic berjanji akan bermain sepenuh hati melawan Prancis (REUTERS/Bjorn Larsson Rosvall/Scanpix)
Swedia akan bermain lepas, tanpa beban menghadapi Prancis 

Jakarta - Bagi Prancis, ini adalah pertandingan yang cukup menentukan, namun bagi Swedia, inilah saatnya mereka membawa kembali kehormatan sepakbola mereka.

Pertandingan antara Prancis melawan Swedia akan berlangsung, Rabu dini hari di Stadion Olympic, Kiev.

Saat ini Prancis berada di atas angin, posisi puncak klasemen sementara Grup D dengan empat poin. Ditambah lagi selisih gol yang cukup besar menjauhkan Prancis dari ancaman Inggris.

Permainan imbang melawan Swedia akan cukup membawa sang ayam jantan lolos ke perempat final Piala Eropa 2012, namun hasil ini tak menjamin Prancis masih berada di puncak klasemen grup.

Jika Prancis berakhir dengan memperoleh poin terbanyak di Grup D, maka tim asuhan Laurent Blanc ini akan berhadapan dengan Italia di perempat final.

Namun jika Prancis berada di posisi kedua, mereka akan berhadapan dengan juara dunia sekaligus juara Eropa, Spanyol. Dilema bagi Prancis.

"Kami masih membutuhkan hasil dari pertandingan ketiga ini. Tapi kami tak ingin mendahului takdir. Mari tetap rendah hati," kata Blanc.

Prancis pun menambah rekor tak terkalahkan dalam 23 pertandingan setelah melibas Ukraina 2-0.

Kemenangan atas Ukraina ini adalah kemenangan Prancis yang pertama pada turnamen besar sejak kemenangan mereka di semi final melawan Portugal pada Piala Dunia 2006. Dengan rekor Prancis tersebut, cukup untuk membuat Swedia khawatir.

Sementara itu, Swedia tampaknya akan bermain tanpa beban setelah tersingkir dari Piala Eropa 2012 akibat menelan kekalahan dari Inggris 2-3.

Tekanan terarah kepada pelatih Swedia Erik Hamren, namun menanggapi berbagai kritik tersebut Hamren mengungkapkan ini adalah tanggung jawab yang akan ia ambil.

Dari kubu Swedia, striker Zlatan Ibrahimovic masih mempunyai magnet yang mempu menyedot perhatian. Ia pun berjanji akan bermain sepenuh hati melawan Prancis.

Sedangkan dari kubu Prancis, Franck Ribery layak mendapatkan perhatian. Seperti Ibrahimovic, Ribery adalah pemain yang brilian. Ribery berhasil menepis segala kritik tentang penampilannya di tim ayam jantan dengan assist dan dribble yang memukau.

Banyak yang memprediksi Swedia akan bermain lepas, tanpa beban menghadapi Prancis.

Namun beberapa lainnya membantah prediksi tersebut dengan argumen bahwa permainan Swedia memang tak begitu bagus.

Apapun permainan yang akan ditunjukkan Swedia nanti, Prancis harus berusaha dengan maksimal, agar mampu mengalahkan Swedia dan mengukuhkan diri di posisi pemimpin klasemen Grup D.
(Feb)

Bento: Portugal Brilian, Hebat, dan Terorganisasi

Pelatih tim nasional Portugal, Paulo Bento.
 
KHARKIV - Permainan yang ditunjukkan Portugal saat mengempaskan Belanda, 2-1, di Metalist Stadium, Kharkiv, membuat bangga Pelatih Paulo Bento. Apalagi, hasil tersebut berbuah manis dengan lolosnya "Seleccao" ke perempat final Piala Eropa 2012.

Portugal mampu bangkit dari gol cepat pemain Belanda, Rafael van der Vaart. Dua gol dari Cristiano Ronaldo memastikan langkah Portugal untuk bertemu Republik Ceko di babak 8 besar.

"Saya bangga dengan apa yang kami lakukan sebagai tim. Saya juga puas bahwa kami telah berhasil mencapai tujuan. Kami melakukannya dengan brilian, hebat, dan terorganisasi," kata Bento.

Bento lantas ingat kejadian pada Piala Eropa 1984. Saat itu, merupakan penampilan perdana Portugal di ajang Piala Eropa. Dan hebatnya, Portugal langsung melaju sampai semifinal, sebelum dihentikan Perancis lewat masa perpanjangan waktu.

"Kami ingat momen tahun 1984 saat pertama kalinya Portugal tampil di Piala Eropa," ujar Bento menilik motivasi timnya seperti tim Portugal, 28 tahun silam.

Loew: Jerman Tak Selalu Bagus, tapi Berkembang Terus


Pelatih Jerman, Joachim Loew.
 
 
LVIV - Pelatih Jerman, Joachim Loew, menilai timnya tidak selalu tampil bagus, tetapi terus berproses menjadi lebih baik, selama fase grup Piala Eropa 2012.

"Jelas ada proses pendewasaan diri yang terjadi sejauh turnamen ini telah berlangsung. Kami tidak cukup bagus dalam hal organisasi permainan secara keseluruhan. Tim ini telah melewati proses perkembangan yang baik," ujar Loew.

Hal tersebut disampaikan Loew setelah Jerman menundukkan Denmark 2-1, pada matchday ketiga (terakhir Grup B), di Arena Lviv, Minggu (17/6/2012). Sebelumnya, Jerman menang 1-0 atas Portugal dan 2-1 atas Belanda.

Dengan begitu, Jerman masuk perempat final sebagai juara grup, dengan nilai sempurna, unggul tiga angka dari Portugal di tempat kedua. Di delapan besar, sementara Jerman akan bertemu Yunani, Portugal akan melawan Ceko.

"Setiap pertandingan di grup ini sulit. Namun, ketika Anda meraih kemenangan dalam tiga pertandingan, Anda lolos," tukas kapten Jerman, Philipp Lahm.

Tanpa Boateng, Jerman Mainkan Bender

Pelatih Jerman, Joachim Loew.

LVIV - Jerman hanya butuh hasil imbang pada laga melawan Denmark untuk meraih tiket babak perempat final, Senin (18/6/2012) dinihari WIB.

Namun, pelatih Jerman, Joachim Loew, tetap mengandalkan para pemain terbaiknya tampil sejak menit awal. Hanya Jerome Boateng yang harus absen karena akumulasi kartu kuning. Posisi Boateng ditukar Lars Bender.

Denmark yang harus bermain tanpa pemain veteran, Dennis Rommedahl, mempersiapkan Jacob Poulsen sebagai gantinya. "Tim Dinamit" masih mengandalkan Nicklas Bendtner sebagai tombak untuk membobol gawang Jerman.

Berikut susunan pemain inti Denmark vs Jerman:

Denmark (4-1-4-1): 1-Stephan Andersen; 4-Daniel Agger, 3-Simon Kjaer, 5-Simon Poulsen, 6-Lars Jacobsen; 7-William Kvist; 21-Niki Zimling, 19-Jakob Poulsen, 9-Michael Krohn-Dehli, 8-Christian Eriksen; 11-Nicklas Bendtner

Cadangan: 22-Kasper Schmeichel, 2-Christian Poulsen, 16-Anders Lindegaard, 20Thomas Kahlenberg, 15-Michael Silberbauer, 10-Dennis Rommedahl, 12-Andreas Bjelland, 23-Tobias Mikkelsen, 17-Nicklas Pedersen, 14-Lasse Schone, 18-Daniel Wass, 13-Jores Okore
Jerman (4-2-3-1): 1-Manuel Neuer; 14-Holger Badstuber, 5-Mats Hummels, 16-Philipp Lahm, 15-Lars Bender; 7-Bastian Schweinsteiger, 6-Sami Khedira; 10-Lukas Podolski, 13-Thomas Mueller, 8-Mesut Oezil; 23-Mario Gomez

Cadangan: 11-Miroslav Klose, 17-Per Mertesacker, 12-Tim Wiese, 4-Benedikt Howedes, 18-Toni Kroos, 22-Ron-Robert Zieler, 3-Marcel Schmelzer, 21-Marco Reus, 2-Ilkay Gundogan, 9-Andre Schurrle, 19-Mario Goetze

Wasit: Carlos Velasco Carballo (Spanyol)
 
 
 
Sumber : UEFA

Spanyol dan Kroasia Tak Mungkin "Main Mata"

Senin, 18 Juni 2012 | 01:25 WIB

Striker Dynamo Moskwa, Kevin Kuranyi.
MOSKWA, KOMPAS.com - Striker berkebangsaan Jerman, Kevin Kuranyi, membuat komentar seputar laga Spanyol versus Kroasia. Menurut pemain Dynamo Moskwa itu, tidak mungkin Spanyol dan Kroasia akan "main mata" imbang untuk menutup peluang Italia lolos ke perempat final.

"Mungkin saja kalian dengar kiper Italia, Gianluigi Buffon, takut kalau Spanyol dan Kroasia bermain seri 2-2. Kedua tim itu akan lolos dan Italia tersingkir. Jujur saja, hal itu tidak mungkin terjadi," ucap Kuranyi.

Eks bomber VfB Stuttgart itu juga mengaku terkejut dengan tersingkirnya Rusia. Padahal, mantan pemain FC Schalke itu menjagokan Rusia bertemu Jerman di partai final Piala Eropa 2012.

"Rusia memainkan sepak bola terbaik di grup itu. Aku ingin melihat Rusia dan Jerman di final karena semua orang bisa mengetahui betapa berkembangnya sepak bola Rusia," kata Kuranyi mengemukakan alasannya.

"Sekarang, aku melihat Jerman dan Spanyol sebagai yang terkuat. Mereka telah membuktikan pada ajang-ajang besar. Jerman memiliki taktik yang baik, mampu mengontrol pertandingan dan sangat tenang menguasai bola. Joachim Loew telah melakukan tugasnya dengan benar," tutup Kuranyi.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More