Dua PTN di Kaltim segera dibuka

Dua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Provinsi Kaltim segera dibuka dan siap menerima mahasiswa baru pada 2012, yaitu Institut Teknologi Kalimantan dan Institut Seni dan Budaya Indonesia.

"Terkait persiapan pendirian dan penerimaan mahasiswa baru itu, maka 26 Juni besok dilakukan rapat koordinasi yang dihadiri Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta," ujar Abd Wahab Syahrani, Kabag Pendidikan Seni dan Budaya Biro Sosial Setprov Kaltim, di Samarinda, Senin.

Menurut dia, kehadiran dua rektor perguruan tinggi ternama itu karena berdirinya Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dan Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) bekerja sama dengan mereka.

Selain itu, sistem pembelajaran ITK dan ISBI akan berkiblat pada ITS dan ISI.

ITK terletak di kilometer 13 Samarinda-Balikpan dengan nama ITK Balikpapan. Sedangkan ISBI terletak di Kota Raja Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara dengan nama ISBI Tenggarong.

Kehadiran dua rektor dalam rapat koordinasi tersebut adalah sebagai nara sumber. Mereka akan memaparkan tentang peran ITK dan ISBI ke depan dalam meramaikan perguruan tinggi di Kaltim.

Keberadaan ITK Balikpapan dan ISBI Tenggarong ke depan bukan hanya diperuntukkan bagi masyarakat Kaltim, tapi juga bagi seluruh masyarakat di Indonesia, sehingga lulusan SMA dan sederajat dari mana saja dapat kuliah di dua perguruan tinggi ini.

Peserta rapat koordinasi antara lain perwakilan dinas pendidikan dari 14 kabupaten atau kota di Provinsi Kaltim, termasuk perguruan tinggi negeri maupun swasta di Kaltim.

Di antara isi rapat, selain mengupas tentang rencana pendirian ITK dan ISBI juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan tentang penerimaan mahasiswa baru ITK Balikpapan.

Pendaftaran masuk ITK Balikpapan dimulai pada 2 hingga 11 Juli 2012 melalui Bank Mandiri dan BNI dengan biaya Rp500 ribu. Pendfataran untuk angkatan pertama dengan sistem online ke ITS Surabaya melalui www.smits.its.ac.id/itk.

Ujian masuk akan dilakukan di Balikpapan pada 14 Juli 2012 dengan materi yang diujikan adalah matematika 40 soal, fisika 40 soal, dan Bahasa Inggris 20 soal.

Pengumuman akan dilakukan melalui online di website yang sama pada 19 Juli. Bagi pendaftar yang dinyatakan lulus harus melakukan daftar ulang pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2012 di Badan Akademik ITS.

Untuk angkatan perdana, biaya perkuliahan hingga biaya asrama selama satu tahun sebesar Rp34.750.000, namun khusus bagi mahasiswa asal Kaltim gratis karena mendapat bantuan biaya dari Pemprov Kaltim.


Sumber

Jumlah kasus HIV/AIDS DKI Jakarta paling tinggi

Para pelajar pun terlibat dalam upaya pencegahan dan pengendalian penularan HIV/AIDS
Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan jumlah kasus infeksi virus dan sindroma merapuhnya kekebalan tubuh (HIV/AIDS) di Provinsi DKI Jakarta paling tinggi dibanding jumlah kasus serupa di wilayah provinsi lain yang ada di Indonesia.

Menurut data Kementerian Kesehatan, jumlah kumulatif kasus AIDS di DKI Jakarta sepanjang 1987 sampai Maret 2012 sebanyak 5.118 kasus dan kasus HIV-nya mencapai 20.216 kasus.

"Provinsi DKI Jakarta merupakan provinsi yang paling banyak penderita HIV/AIDS-nya," kata Nafsiah saat melakukan rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Senin.

Setelah DKI, dua wilayah provinsi yang tercatat memiliki banyak kasus AIDS adalah Jawa Timur dan Papua. Jumlah kasus AIDS di Jawa Timur sampai sekarang tercatat 4.663 kasus dan Papua sebanyak 4.469 kasus.

Sementara jumlah kumulatif kasus HIV di Indonesia sepanjangn 1987 sampai Maret 2012 tercatat 82.870 kasus dan jumlah kasus AIDS sebanyak 30.430 kasus

Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan mengendalikan penularan penyakit tersebut, antara lain dengan menyediakan layanan konseling dan tes HIV sukarela; layanan perawatan, dukungan dan pengobatan; layanan infeksi menular seksual; layanan jarum suntik steril; layanan rumatan metadhon; serta layanan terpadu TB-HIV.

Pemerintah, kata Nafsiah, memberikan perhatian khusus pada upaya pengendalian HIV/AIDS di Papua. "Ini disebabkan tingkat pengetahuan penduduk Papua mengenai HIV/AIDS masih rendah dan terbatasnya akses kondom terbatas," kata Nafsiah. 


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More